Jumat, 05 November 2010

Mengapa Masih Ada Muslim Yang Enggan Belajar Membaca Al Qur'an ?


ALASAN KLASIK


Ketika kita dihadapkan pada peluang belajar Al Qur’an, sering muncul gangguan-gangguan yang akhirnya membuat kita mundur dan menunda-nunda peluang tersebut. Dan mungkin selalu ada saja alasan yang seakan masuk akal, sehingga kita tidak lagi merasa bersalah ketika mengabaikan tugas yang sangat penting ini.



Sudah terlalu tua


Di antara kita mungkin ada yang beralasan, bahwa kita sudah terlambat dalam belajar. Masa-masa keemasan kita sudah lewat. Kita sudah terlalu tua untuk dapat mengingat ayat-ayat Al Qur’an dengan baik. Lidah kita sudah terlalu kaku untuk dapat melafalkan huruf dengan fashih.

Padahal tahukah anda, bahwa Rasulullah mulai menghafal Al Qur’an di usia 41 tahun? Tahukah andabahwa rata-rata usia para sahabat ketika mulai belajar Al Qur’an adalah 30 tahun? Di antara mereka bahkan ada yang mantan perampok, pembunuh, pemerkosa atau pelacur, sementara mereka juga adalah kaum buta huruf? Allahlah yang telah menutup dosa-dosa mereka dengan maghfirohNya. Kemuliaan dan keberkahan akan lahir berkat perjuangan mereka sendiri. Allah berfirman,

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka mau merubah diri mereka sendiri.

Ada pepatah mengatakan,

Belajar di masa kecil seperti mengukir di atas batu, sementara belajar di masa tua seperti mengukir di atas air

Ini adalah pepatah yang benar adanya. Tapi bukan berarti ia menjadi pembenaran atas berdiam dirinya kita dari upaya ini. Mengukir di atas air memang susah, tapi bukan sesuatu yang mustahil. Kemauan yang kuat akan membekukan air menjadi es. Kerja keras akan menjadikannya karya yang indah. Dan kontinyuitas akan menjaganya sepanjang usia kita. Jadi, masihkah alasan itu kita pergunakan?


Kesibukan yang menyita

Alasan kesibukan adalah alasan yang paling sering kita kemukakan. Kita merasa bahwa waktu kita sudah habis oleh ini dan itu. Ketika kita bermaksud untuk belajar Al Qur’an di sebuah halaqoh, tiba-tiba kita menemukan bahwa di waktu tersebut kita memiliki kegiatan yang jauh lebih penting. Akhirnya kita menyerah oleh keadaan. Dan kitapunlagi-lagimeninggalkan keinginan tersebut.

Benarkah kita sudah tak memiliki waktu lagi?

Hitunglah berapa jam waktu tidur kitaBerapa jam waktu yang kita habiskan di perjalananJuga jam-jam istirahat kita dan jam-jam bersenda gurau dengan orang lain…

Sudahkah semua itu sebanding dengan ibadah harian yang kita kerjakan? Sudahkah kita berlaku adil terhadap waktu kita? Tak bisakah kita menyisihkan waktu untuk Al Qur’an meskipun hanya sesaat? Benarkah tak bisanya kita adalah karena kehabisan waktu?

Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi,

Barang siapa yang disibukkan Al Qur`an hingga tidak sempat berdzikir dan meminta kepadaKu, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Kuberikan pada orang-orang yang meminta…”


Yang penting pemahaman

Sering ada orang yang bertanya kepada saya ketika ia ingin bergabung dengan halaqoh Al Qur’an di masjid Al Hikmah. Di antara pertanyaan tersebut adalah, “Apakah belajar Al Qur’an di sini disertai tafsirnya atau hanya belajar membaca saja?”. Sungguh disayangkan ketika akhirnya banyak di antara mereka yang membatalkan keinginannya, hanya karena di sini tidak menyediakan program Tafsir Al Qur’an secara resmi.

Bagi orang yang menganggap bahwa memahami Al Qur’an lebih utama dari membacanya, atau mungkin sebaliknya, cukuplah baginya hadits-hadits Rasulullah berikut ini,

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.

Sikap iri tidak diperbolehkan kecuali terhadap dua hal; seseorang yang di beri Al Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang hari…”

Orang yang pandai membaca Al Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, sementara orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata serta merasa kesulitan akan mendapatkan dua pahala.”

Bacalah Al Qur’an! Sesungguhnya Al Qur’an akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi sahabat-sahabatnya

Dikatakan kepada Shohib Al Qur'an, ‘Bacalah! Naiklah (ke surga) dan nikmatilah (bacaan Al Quranmu) sebagaimana kamu menikmati bacaan Al Qur'an di dunia! Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) sesuai dengan akhir ayat yang kamu baca.”

Ketahuilah bahwa nilai membaca Al Qur’an, menghafal dan memahaminya adalah sama di hadapan Allah. Membaca adalah kunci pembuka menuju pemahaman. Dan pemahaman akan meyakinkan kita tentang keharusan menghafal Al Qur’an.

Sesungguhnya masih banyak lagi alasan-alasan lain yang sering melintas di benak kita, yang telah dan akan terus menghalangi kita dari belajar dan berinteraksi dengan Al Qur’an. Tapi kita cukupkan pembahasan tentang hal ini, karena semua alasan itu sesungguhnya hanya alasan yag dipaksakan.

Yang perlu kita perbaiki adalah hati. Jika hati baik, maka baik yang lainnya. Jika hati rusak, maka rusak seluruhnya. Di antara penyebab kerusakan hati adalah apa yang diungkapkan oleh Rasulullah,

“Seseorang yang tak ada sedikitpun Al Qur’an dalam hatinya seperti rumah yang rusak”



ini dikutip dari facebook by Kembang Anggrek on Friday, 05 November 2010 at 09:53

Selasa, 26 Oktober 2010

Tausiyah Part (1)

  1. Hidup bukanlah sekedar pergantian hari-hari semata. Dalam umur yang berkurang, ajal semakin dekat, setiap detik yang dilalui akan ada pertanggung jawabannya. Umurmu adalah cermin dirimu , tiap waktu yang terlewat adalah pesan bisu dari catatan sebuah kesalahan untuk diengerti dan direnungi. Semoga kita senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri dan memperbaiki sekitar kita.
  2. Bergabung bersama barisan Islam dan berjuang bersamanya adalah pilihan yang mengandung konsekuensi dan resiko yang tak semua orang sanggup memikulnya. Namun, pernahkah kita berpikir resiko yang lebihdahsyat yang akan kita terima jika kita tidak berada di jalan ini, yaiitu betapa keras dan pedih siksaanNya diakibatkan kelalaian akan kewajiban kita untuk menyeru kepada umat walaupun hanya satu ayat.
  3. Ruh itu bagai pasukan yang dibariskan, jika mereka saling kenal maka bersepakatlah mereka. Jika merekasaling merasa asing, berselisihlah mereka("HR Bukhori).

Minggu, 24 Oktober 2010

Ya Rabb,,Jagalah Hati ku



Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintaNya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.

Ya Robbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hatiMu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu.

Ya Robbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid di jalanMu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasihMu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam akhirMu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasihMu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepadaMu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu. Telah berjumpa dalam taat padaMu. Telah terpadu dalam memebela syari’atMu.

Kokohkanlah Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukkanlah jalan-jalannya. Penuhilah hati kami dengan cahayaMu yang tiada pernah pudar. Nyalakanlah hati kami dengan ma’rifat kepadaMu. Sungguh Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Allahumma tu’ti al mulka mantasha ; Ya Allah, aku memohon atas kekuasaan-Mu bahwa dialah yang terbaik untukku.Amiin.. Ya Robbal ‘alamiin..

Kamis, 04 Maret 2010

Menuju Sukses


hmmm...ketika mendengar kata sukses..siapa sih yang tak mau sukses.Semua orang pasti menginginkan kesusksesan. Begitu juga dengan saya, saya menginginkan kesuksessan tersebut..tapiiii..pertanyaannya bagaimana mencapai hal tersebut???

Sebelum mengetahui bagaimana cara menuju sukses kita harus tahu kendala apa saja menjadi sukses, disini ada 3 kendala menjadi sukses :
  1. Kemauan
  2. Kemampuan
  3. Kesempatan
Dari ketiga hal di atas tingkat yag paling sulit adalah kesempatan. Bagaimana kita mendapatkan kesempatan tersebut untuk meraih kesuksesan?

Ni dia ni kalau kita mau sukses :
  • Abaikan kegagalan pada masa lalu : Jika kita ingin sukses lupakan semua kegagalan pada masa lalu. Kita harus melihat ke masa yang akan datang. Kegagalan pada yang lalu bisa kita jadikan pelajaran dan kita perbaiki.
  • Auto Sugesti Power : Kita harus membuat sugesti yang positif. Buatlah dalam pikiran anda kalau pikiran anda akan sukses, karena hal tersebut sangat akan berpengaruh.
"Sungguh manusia berada dalam kerugian jika hari ni tidak lebih baik dari hari kemarin"

Ada beberapa rumus menuju sukses, kita liat yuk!
  1. Bergerak, maksud bergerak di sini kita harus bertindak jangan berdiam diri. Rencana-rencana atau mimpi yang sudah kita buat jangan cuma dipikirkan saja harus kita laksanakan rencana tersebut. Ayo coba bergerak!!!
  2. Fokus, kita harus fokus pada rencana-rencana yang telah dibuat. Fokus terhadap hal yang ingin dicapai.
  3. Format, rencanakan cita-cita. hmm...kamu bisa buat visi dan misi, cita-cita, dan target-target apa yang ingin dicapai. Hal ini bisa dibuat dalam buku ya!!!
"Orang yang tidak punya tujuan maka dia tidak akan jadi apa-apa"

Pertanyakan dalam hati kamu :
  • Mau jadi apa
  • Kemana setelah ini
  • Kegiatan apa yang diikuti
  • Siapa yang harus ditemui
kita harus Optimis (yakin) untuk mencapai kesuksesan tersebut kemudian usaha semaksimal mungkin dan yang terakhir serahkan pada tuhan yang maha kuasa.